Air dan Udara Bersih Cegah Penularan Virus dan Bakteri

Updated 25.11.21 4:07 / Published 19.04.21 4:02

Air dan Udara Bersih Cegah Penularan Virus dan Bakteri

Naiknya grafik jumlah kasus penyebaran virus corona di Indonesia membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya meningkatkan perlindungan diri dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Salah satu kebersihan lingkungan yang juga harus dijaga serta dicek kebersihannya adalah air dan udara yang selama ini sering luput dari perhatian. Meski WHO sudah mengkonfirmasi bahwa virus corona tidak menular lewat udara, tetapi menjaga kualitas dan sirkulasi udara tetap bersih menjadi penting agar tubuh dapat sehat dan terbebas dari debu, bakteri, dan virus apalagi Covid-19 menyerang sistem pernapasan. Agnes Public Relations Advance mengatakan, untuk menjaga kualitas udara tetap bersih, masyarakat dapat memanfaatkan air purifier yang terbukti dapat menyaring udara kotor dan memurnikan kembali udara dalam waktu singkat. Selain udara, kualitas air minum yang dikonsumsi juga tak boleh luput dari perhatian. Sebab, sebagai komponen utama dalam tubuh, air memiliki peran penting salah satunya dalam proses detoksifikasi untuk membuang racun, sehingga air yang diminum harus aman dari virus dan bakteri.

“Double Protection dari udara yang kita hirup dan air yang dikonsumsi dapat menjadi langkah yang esensial sebagai proteksi diri agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (1/4/2020). Namun, di luar itu semua, hal yang juga tidak kalah penting untuk menjaga diri dari virus adalah tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Rutin mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker jika sakit, dan menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi sayur dan buah-buahan adalah hal wajib untuk dilakukan.

Agnes mengatakan pihaknya juga selalu menjaga kebersihan pada setiap gerai jaringan Advance dan melakukan sterilisasi menggunakan alkohol untuk membersihkan produk display dan area toko Advance.

wa button